BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Ngoleksi itu Seru!

Barang-barang dari masa lalu memang sekilas keliatan gak berharga, namun di balik kondisinya yang jelek, usang, berkarat dan berdebu, masih ada orang-orang yang mencarinya demi memuaskan hasrat mereka.

Pergi ke pasar loak, berangkat ke pameran-pameran, nongkrongin website dan akun Instagram penjual barang-barang bekas jadi kebiasaan rutin bagi orang yang hobby ngoleksi sesuatu. Koleksi barang-barang lawas jadi sebuah kebanggan tersendiri.

Bagi sebagian orang yang addicted banget ngoleksi sesuatu, membeli satu barang itu didorong untuk menghilangkan hasrat penasaran, rasa kesenangan dan kecintaan mereka. Penelitian menyebutkan jika orang-orang yang gemar ngoleksi suatu barang tujuannya untuk mengingat kenangan pada barang tersebut di dalam kehidupan yang telah mereka jalani.

Dalam satu kasus, salah seorang pengkoleksi buku asal Amerika, dalam buku “The Man Who Loved Book So Much”  melakukan segala cara demi mendapatkan cetakan pertama buku Pinnokio yang berbahasa Italia, saat ditanya apa alasannya, ia merasa bahwa dirinya memiliki keterikatan kuat dengan Pinnokio saat ia masih kecil.

Terkadang aktifitas manusia yang remeh seperti ngoleksi sesuatu, memiliki tingkat kerumitannya juga. Koleksi suatu barang gak melulu tentang isi atau bentuknya, bisa jadi orang-orang ini melihat siapa pembuatnya dan sejarah dari barang tersebut.

Aktifitas koleksi  ini sebenernya kegiatan subjektif. Kolektor, sebutan buat orang yang demen koleksi, selalu ngumpulin barang-barang yang langka dan gak jarang kondisinya memprihatinkan.  Barang langka juga terbilang relatif. Ada yang bilang semakin tua barang tersebut, itu disebut langka dan ada yang berpendapat barang bisa disebut langka karena harganya yang melambung tinggi.

Kolektor memiliki semacam penyakit yang sangat rentan dialami, tapi penyakit ini bukan penyakit seperti bersin-bersin atau pilek, penyakit para kolektor adalah penyakit jiwa yang membuat seorang Kolektor tak bisa membendung hasrat konsumtifnya. Dalam dunia koleksi buku, kolektor biasanya terkena penyakit yang disebut Bilbiofil. Penyakit hasrat membeli buku tanpa membacanya.

Tiap-tiap kolektor pasti memiliki motivasi sampai-sampai mereka rela merogoh kocek  hanya demi membeli barang berdebu di pameran. Biasanya kolektor termotivasi dari persaingan antar kolektor atau demi mendapatkan keuntungan, klise banget. O iya, hampir lupa, dalam aktivitas koleksi, pasti ada hal-hal yang menyenangkan dan juga menyebalkan.

Kepuasan hasrat menjadi hal yang menyenangkan jika kita memiliki barang yang tidak dimiliki Kolektor lain. Mengenal orang-orag baru, bergaul sesama kolektor bikin jaringan relasi semakin kuat karena biasanya Kolektor-kolektor adalah orang-orang yang dapat dibilang berada.

Dibalik hal-hal menyenangkan, selalu ada hal yang menyebalkan, untuk pengkoleksi pemula, biasanya sangat sulit mendapatkan barang-barang langka secara acak yang bikin frustasi. Hal-hal lain seperti kehabisan budget juga sering menjadi hal yang menyebalkan. Tapi diakui oleh beberapa kolektor, hal yang paling menyebalkan adalah persaingan antar kolektor yang bikin hati panas.

Di balik asyiknya hobby ngoleksi, di beberapa tempat, terutama di negara berkembang, aktifitas koleksi justru sangat didominasi dan tidak tersebar secara merata. Maksudnya, orang-orang yang ngoleksi barang-barang langka biasanya hanya beberapa orang dan barang-barang bersejarah tersebut jarang sekali berpindah tangan.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…