BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Bandung jadi Kambing Hitam Narasi Media Nasional

Tanggal 25 September seharusnya menjadi hari yang paling berbahagia bagi kota Bandung. Seperti yang kita ketahui, pada tanggal tersebut, Bandung merayakan hari kelahirannya yang ke-208. Namun sepanjang mata memandang, telinga mendengar, tak ada pekik dan sorak-sorai dari warga Bandung di dunia nyata maupun di dunia maya.

Bukan kado manis yang di terima kota kembang, kota yang menjadi ibukota provinsi Jawa Barat ini malah mendapat kado pahit berupa cibiran dan makian dari masyarakat Indonesia dari berbagai sudut daerah. Hari kelahiran Bandung makin muram sebab seluruh lensa kamera dari media menyorot pada kota yang dikenal dingin tersebut.

Sindriran, cibiran dan makian tersebut berawal dari peristiwa berdarah yang menewaskan supporter tim sepakbola Persija Jakarta, Haringga Sirila di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 23 September lalu. Haringga, menghembuskan nafas terakhirnya setelah ia dikeroyok sejumlah Bobotoh di depan pintu gerbang biru Stadion GBLA.

Dunia maya seketika dipenuhi dengan berbagai pendapat ahli, pengamat sepak bola dan masyarakat sipil tentang peristiwa kematian tersebut. Tak ketinggalan, tim-tim sepakbola dari Liga 1 ikut megucapkan bela sungkawa. Peristiwa tersebut menjadi kompleks dan rumit karena munculnya isu-isu yang muncul dari berbagai sudut.

Media-media daring maupun konvensional sangat lihai dirasa berlebihan dalam memberitakan perseteruan antar supporter ini. Bahkan karena pemberitaan media yang tak berhenti setelah 3 hari, muncul satu wacana skors terhadap kesebelasan Persib Bandung untuk dilarang mengikuti liga selama satu tahun.

Wacana tersebut disetujui oleh Jusuf Kalla. Akibat dari pernyataan wakil presiden Indonesia itu publik semakin dibuat bingung karena peristiwa ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan manajemen dan klub. Jika di cermati, kejadian perseteruan kelompok supporter bola ini terjadi di luar lapangan sebelum pertandingan dimulai.

Perseteruan ini semakin rumit karena permusuhan antara The Jak, sebutan untuk supporter Persija Jakarta dengan Bobotoh ,sebutan untuk supporter Persib Bandung telah berlangsung puluhan tahun yang juga telah banyak menelan korban jiwa.

Kasus kematian Haringga, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan citra kota Bandung, karena perlu diketahui Persib bukanlah klub sepak bola asal Bandung saja, namun telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa Barat.

Dari kasus diatas, kita bisa menyumpulkan bahwa disamping mengabarkan berita, narasi media juga sebenarnya bisa membunuh individu, kelompok bahkan kota, hal ini terbukti ketika masyarakat Bandung tidak lagi bergairah merayakan hari jadi kotanya sendiri.

Leave your vote

1 point
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…