BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Ini Nih Sisi Lain Dari Papua.

Kalo kita menilik sejarah, setelah pembacaan proklamasi di lapangan IKADA oleh presiden dan wakil presiden IR Soekarno dan Mohamad Hatta, masyarakat Indonesia seketika larut dalam kebahagiaan yang gak terbendung. Pekik-pekik kemerdekaan menggema di tiap sudut kota dari mulai Sabang sampe Merauke.

Setelah merdeka, Indonesia mulai tuh menata negara dengan cara ngambil alih aset-aset milik Hindia-Belanda. Dari mulai perkebunan kopi sampe pabrik-pabirk dan pelabuhan-pelabuhan yang dipake buat ekspedisi.

Pada tahun 1956 Soekarno mendeklarasikan NASAKOM dan ngangkat dirinya sendiri sebagai presiden seumur hidup. NASAKOM itu kependekan dari Nasionalis, Agama dan Komunis yang berhaluan sosialisme.

Melihat gelagat Indonesia, Blok barat alias Amerika Serikat menghalalkan segala biar bisa ngekudeta dirinya. Pada tahun 1965, Soekarno akhirnya mesti lengser dari jabatan kepresidenannya setelah rangkaian panjang embargo ekonomi, demonstrasi mahasiswa dan peristiwa G30S/PKI.

Setahun setelahnya, 1966, setelah Soeharto menjadi presiden, ia mentandatangani kontrak karya pertama dengan perusahaan tambang emas asal Amerika serikat, PT. Freeport McMoran. Karena sudah mengantongi izin untuk menambang harta karun yang tak terhitung jumlahnya, Freeport dengan brutal bukan cuma merusak alam, tapi mereka juga ngerusak adat istiadat, budaya dan kehidupan sosial orang-orang Papua.

Masalah-masalah yang terjadi di Papua jarang  banget dapet tempat pemberitaan di surat kabar atau media massa nasional. Untuk sebagian media, isu Papua dianggap berbahaya karena bisa menyinggung masalah ekonomi Indonesia hasil warisan  Orde Barunya Soeharto.

 Kondisi Papua semakin miris, kondisi ini digambarkan oleh orang Papua yang merantau ke tanah jawa. Yang paling parah banget tuh, orang Papua bisa mabuk-mabukan sampe pagi dan sering banget ke tempat lokalisasi

Kalimat-kalimat khas papua yang bikin senyum kayak “Dorang kaya tidur di selokan dan dorang miskin tidur di rumah” sebenernya memiliki makna dan kritik mendalam terhadap sumber terbentuknya budaya tersebut. Maksudnya, kalo orang Papua banyak uang mereka mabuk-mabukan dan tidak pulang ke rumah sampe tidur di sekokan, kalo mereka gapunya uang ya mereka tidur di rumah.

Tapi buat sebagian orang Papua, kebiasaan buruk ini akibat dari penambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia. Loh kok bisa? Karena aktivitas Freeport lah masyarakat Papua yang berada di pegunungan rela turun hanya untuk mengambil remeh-remeh sisa emas alias limbah dari PT. Freeport Indonesia yang mengalir di sungai-sungai

Bahkan dari pandangan spiritualitas dan budaya, masyarakat Papua sudah kehilangan spiritualitasnya karena gunung yang semula disucikan udah dibor, ditambang atau jadi tempat pembuangan limbah yang mengakibatkan dewa-dewa di gunung tersebut marah. Akibatnya, masyarakat Papua kehilangan arah dan kebingungan.

Fakta lain yang menarik, sebenernya permasalahan budaya yang negatif ini sudah sering dibicarakan oleh orang Papua saat rapat-rapat dengan komisaris Freeport di kota Jakarta. Perbincangan ini hasilnya selalu nihil.  Sebuah pertanyaan besar akhirnya muncul, yakni apakah proses demoralisasi ini terstuktur dan terencana? Mengingat banyaknya pelanggaran HAM dimulai dari yang ringan sampai berat di tanah Papua.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…