BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Kenalan Yuk Sama Keyboardist Cantik Asal Bandung, Ratih Putri Apriliani.

Terlahir dari keluarga musisi, Ratih Putri Apriliani ternyata mewarisi sisi musikalitasnya dari sang Ayah. Seperti Ayahnya, yang tergabung dalam proyek musik bersama Dedi Dores, Freedom Of Rapsodia, salah satu band penting pada era-nya, Ratih juga bermain Keyboard.

Ratih, sapaan akrab perempuan berpostur mungil dengan rambut terurai ini bermain Keyboard untuk dua band asal Bandung, yaitu Sasadana dan Dimasta N Friend alias DNF.

Ketertarikannya pada dunia musik berawal dari masa kecilnya, saat itu sang ayah mendorongnya untuk belajar bermain piano classic rock. Ratih juga masih ingat pada lagu pertama yang dipelajarinya, lagu dari band legendaris asal Inggris, Emerson, Lake & Palmer berjudul Re-Work One.

Berawal dari Sasadana, perempuan kelahiran Bandung ini hanya bermain Keyboard karena memang Sasadana adalah band tanpa vokal alias band instrumental. Seiring berjalannya waktu, Ratih memberanikan diri bermain keyboard sambil bernyanyi. Acara TP Jazz adalah sejarah dimana ia bermain keyboard sambil bernyanyi membawakan lagu-lagu pop semacam Charlie Puth

Karena Ratih pandai bergaul, ia kemudian bertemu dengan para personil band Dimasta N Friends (DNF) dan ia bergabung dengan mereka di akhir tahun 2016. Di band itu awalnya Ratih mengisi keyboard tapi kemudian formasi diubah dan ia ditawari mengisi vokal. Berbekal keberanian dan pengalaman, ia mengambil posisi tersebut dan menjalaninya sampai hari ini.

Dengan postur mungil yang menggemaskan, ada  keuntungan dan tantangan tersendiri bagi Ratih dalam karir bermusiknya. Percaya tidak percaya, saat di hadapan keyboard, banyak yang bilang kalo Ratih terlihat enak dipandang mata alias Eye Catching.

Perempuan dengan senyuman manis ini juga berencana akan mengeluarkan Single dari project solonya yang akan dirilis tahun depan. Project ini sedang dalam proses pengerjaan yang dibantu oleh beberapa temannya. Menurut pengakuannya, Project solonya ini dikerjakan sendiri di rumah alias Home recording. Tapi Ratih berencana akan membawa projectnya ini ke studio agar hasilnya lebih maksimal.

Selazimnya musikus lain, Ratih yang berkuliah di salah satu universitas swasta di Bandung ini sangat mengidolakan salah satu Pianist jazz Legendaris asal Amerika, Chick Corea yang membawa warna baru pada dunia piano jazz modern di tempat kelahirannya.

Dibalik kegemarannya bermain keyboard, ternyata Ratih masih bingung pada gaya bermainnya sendiri. Ratih bingung apakah ia akan berfokus pada pop, jazz atau genre lainnya. Buat kalian yang pengen kenal dia lebih jauh bisa follow instagramnya di @ratihputria.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…