BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Sampah Plastik Makin Bar-Bar, Greenpeace Bergerak!

Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Permasalahan ini menjadi miris dengan semakin banyaknya kasus-kasus yang diakibatkan sampah plastik. Kasus ikan Paus yang mati karena terlalu banyak melahap plastik atau kasus Penyu yang saluran pernapasannya tersumbat sampah plastik menjadi salah satu contoh dari beribu kasus serupa.

Permasalahan pencemaran lingungan ini membuat salah satu organisasi lingkungan Internasional, Greenpeace untuk melakukan riset, sosialisasi dan penanggulangan sampah plastik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia produk-produk yang di konsumsi masyarakat kebanyakan menggunakan plastic sebagai bungkus. Dari mulai produk makanan, minuman sampai kebutuhan rumah tangga seperti shampoo, sabun mandi dan sabun cuci.

Perlu diketahui, Plastik adalah salah satu bahan yang berbahaya karena plastik sangat sulit terurai, kalau pun bisa, terurainya plastic perlu waktu berpuluh-puluh tahun.

Kendati demikian ternyata jenis-jenis plastik yang di produksi ini beragam. Ada plastik yang bisa di daur ulang dan ada juga plastik untuk penggunaan sekali pakai. Nah, kebanyakan industri-industri besar di Indonesia lebih memilih menggunakan plastik sekali pakai.

Solusi-solusi untuk permasalahan ini banyak dipikirkan dirundingkan dan dikerjakan. Termasuk dengan cara membakar sampah-sampah plastic. Namun, pembakaran plastik justru menjadi lebih berbahaya karena sampah ini mengandung banyak racun. Jika plastik dibakar dalam jumlah yang banyak, asap hasil pembakaran dapat menggangu pernapasan manusia dan yang lebih mengerikan, dapat mempengaruhi lapisan ozon yang membuat permasalahan lain yang justru lebih besar.

Daripada membakar plastik, Greenpeace memilih untuk melakukan riset di daerah-daerah pesisir pantai, melihat bagaimana sampah plastik disana, karena Greenpeace menyadari plastik akan lebih berbahaya jika berada di dekat laut, karena plastik dapat beracun jika tercampur air yang akan menggangu ekosistem biota Laut.

Selain plastik, bahan-bahan seperti kertas, sterofom dan kain-kain menjadi focuk Greenpeace juga. Menurut mereka, bahan bahan diatas sama berbahayanya dengan plastik dan barang-barang ini luput diperhatikan masyarakat bahkan pemerintah.

Setelah melakukan riset, langkah yang akan diambil Greenpace adalah memilah produk mana yang penggunaan plastiknya tidak terkendali, setelah tahu mereka akan menuntut industri yang dimaksud untuk menekan penggunaan plastik untuk produknya. Tuntutan tersebut lebih menyerang sistem penggunaan plastik bukan menutup industrinya.

Dibalik tugas mulia Greenpace menjaga lingkungan, masih ada sekelompok orang yang membenci organisasi lingkungan ini. Hal-hal yang sering di permasalahkan adalah masalah funding dan pendanaan organisasi Greenpeace. Konon greenpace mendapat suntikan dana dari perjudian di Belanda.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…