BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Ratna Menganggap Rakyat Indonesia Bodoh

Saat seluruh masyarakat Indonesia berduka karena gempa dan tsunami di Donggala, Palu, datang kabar bermuatan politik dari ibu kota negara, Jakarta. Kabar tersebut adalah kabar serius mengenai penaniayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet, aktivis perempuan sekaligus ketua tim pemenangan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Kabar penganiayaan tersebut cepat tersebar dan menghebohkan dunia maya. Kabar duka itu ikut disebarkan oleh Politisi, Fadli Zon sampai calon Presiden Prabowo Subianto. Bahkan akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung ikut berkomentar perihal kejadian naas tersebut. Kabar tersebut membuahkan kecaman dari pihak ratna untuk lawan politiknya yang membuat suasana semakin panas.

Kabar tersebut bermula ketika foto Ratna Sarumpaet yang lebam tersebar di Twitter. Saat dikonfirmasi media, Ratna Sarumpaet mengaku telah dianiaya di sekitan Bandara Husein Sastranegara kota Bandung. Ia  sempat dibawa pergi oleh pelaku dan diturunkan di daerah Cimahi, baru setelah itu ia pergi ke rumah sakit dan mengalami trauma.

Karena kota Bandung terbawa sebagai lokasi terjadinya penganiayaan, Kapolres Kota Bandung bergerak cepat mencari informasi perihal penganiayaan tersebut. Hasulnya, polisi tidak menemukan informasi apapun. Pihak bandara tidak menemukan data kedatangan atas nama Ratna Sarumpaet. Polisi juga menyisir rumah sakit di kota Bandung dan tidak menemukan daftar pasien atas nama Ratna Sarumpaet kecuali di rumah sakit Bina Estetika yang diketahui rumah sakit khusus operasi plastik.

Kabar penganiayaan ini semakin viral sebab media mengabarkan fakta-fakta baru yang mengindikasi bahwa kabar penganiayaan ini merupakan hoaks. Masyarakat menjadi mengganggap bahwa berita ini adalah berita settingan  untuk menjatuhkan lawan politik Ratna

Pada akhirnya Ratna Sarumpaet menyerah dan mengkonfirmasi perihal kebenaran berita tersebut saat konfrensi pers. Dirinya mengaku telah berbohong dengan terbata-bata dan mengeluarkan air mata. Statmennya ditutup dengan kata-kata bahwa dirinya pembuat hoaks terbaik se-Indonesia.

Permasalahan hoaks ini merupakan masalah yang sangat penting. Karena hal ini sangat menyinggung masyarakat Indonesia. Selain membuat keributan saat situasi bencana, Ratna Sarumpaet beserta tokoh-tokoh yang ikut menyebarkan hoaks berfikir bahwa masyarakat Indonesia masih polos dan mudah dibodoh-bodohi.

Ratna Sarumpaet beserta rekan-rekan pembelanya luput melihat derasnya arus informasi yang mengalir saat ini. Dirinya masih bernostalgia dengan teknologi informasi Zaman Orde Baru, Koran, Radio, dan Televisi.

Kasus Ratna kemudian bisa dipetik hikmahnya, ternyata masyarakat Indonesia sekarang sudah cerdas memilah informasi dan bisa membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang salah. Pada akhirnya masyarakat Indonesia telah maju dalam penyerapan informasi.

Leave your vote

4 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…