BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Venom, Obat Rindu Film-Film Marvel.

Film layar lebar Venom yang diumumkan pertama kali pada tahun 2017, membuat para penggemar Marvel antusias, pasalnya Venom memang bukan karakter biasa. Anti-Hero satu ini punya berjuta-juta penggemar di seluruh dunia, jadi wajar kalo penggemar marvel antusias pada film ini.

Venom yang digarap oleh Sony Pictures dan Colombia Pictures ini mengobati rasa penasaran dan rasa rindu penggemar Marvel setelah film Ant-Man and The Wasp. Setelah Bangstation nonton fimnya, Bangstation bakal coba Riview film ini, tanpa spoiler tentunya khusus buat muda-mudi.

Pertama-tama, storyline dan narasi cerita dalam film ini sangat sederhana sehingga penonton gampang mengerti. Sayangnya, kesederhaan itu juga bikin film ini jadi mudah ditebak. Penggaram storyline film ini bukannya malas, tapi ceritanya cuman mudah ditebak.

Masuk ke plot, plot cerita Venom ini terkesan sedikit berantakan, pada Act pertama alias pembangunan cerita dan pembangunan karakter begitu membosankan. Untuk Act kedua, konflik cerita bener-bener menggairahkan penonton. Yang terakhir, Act tiga atau anti-klimaks dan resolusi cerita bikin greget, rasa-rasanya kaya lagi mastrubasi tapi yang keluar itu malah air kencing.

Untuk humor dalam film, seperti halnya film-film Marvel, humornya menggelitik dan cerdas yang bikin penonton ngakak puas. Memang humor itu kekuatan tersendiri dari Marvel.

Kalo ngomongin editing, untuk segi warna, film ini bener-bener gak konsisten, gelap dan terang jadi satu kesatuan yang bikin mata penonton kurang nyaman memandangi. Masih pada segi editing, transisi dari satu scene ke scene lain bener-bener berantakan, loncat sana loncat sini, cut sana cut sini.

Tapi kalo ngomongin sinematografi, Venom patut diacungi dua jempol, rapih dan sangatlah luar biasa. Angle dan pengambilan gambar tiap shoot bener-bener bikin orgasme.

Buat pemeran utama dalam film, Tom Hardy, segi aktingnya dapet banget saat berperan sebagai jurnalis kawakan Eddie Brock. Tom gak ragu-ragu dan cocok main sebagai Eddie Brock, karismatik dengan pembangunan karakter yang aduhai, terutama saat tek-tok sama teman komedinya, Venom.

Untuk pemeran utama perempuan, Micchelle William berperan sangat bagus sebagai kekasih Eddie Brock, jadi kisah cinta dalam film ini bukan cinta picisan yang cuman ngomongin ketertarikan lawan jenis dan jatuh cinta, tapi berkat seni peran Micchelle, kisahnya lebih dari itu.

Riz Ahmed, yang beperan jadi musuh Venom berakting cukup baik baik, tapi sayangnya pembangunan karakter untuk villan ini bikin bingung penonton. Nah, kalo buat soundtrack film, aduh cocok banget, soundtracknya lagu Eminem dengan judul yang sama dengan film.

Bukan Marvel namanya kalo filmnya gaada credit scene, untuk credit scene Venom, perlu diakui  sempurna seperti yang dibayangkan jauh-jauh hari.

Yang terakhir, untuk CGI dan visual effect, cukup luar biasa. Scene fighting dan koreografinya lumayan baik. Sayangnya gak ada scene pertempuran yang brutal seperti layaknya Venom yang sebenarnya, yah ini berkaitan dengan batasan usia penonton 13 tahun.

Untuk mengobati rindu terhadap film-film Marvel, Bangstation ngasih angka 2,5/5 untuk Venom.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…