BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Ini Warisan Penjajahan yang Unik Sekaligus Miris.

Sejarah mengatakan bahwa Indonesia adalah negara jajahan Belanda dan Jepang. Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun dan Jepang lebih singkat dengan 3,5 tahun. Pejajahan ternyata bukan saja menyengsarakan dan membunuh banyak rakyat Indonesia. Banyak hal-hal kecil dan unik yang masih mengakar dan menjadi budaya sampai hari ini.

Nah, Bangstation merangkum beberapa warisan penjajahan yang masih ada, melekat dan digunakan sampai sekarang.

Jalan Provinsi, Jalan Nasional

Jalan provinsi dan jalan nasional yang digunakan sampai hari ini untuk distribusi ekonomi adalah jalanan yang membentang dari ujung provinsi Banten sampai ujung Jawa Timur. Jalan yang lebih dikenal dengan jalan raya Pos ini dibangun pada era Gubernur Jendral Hindia Belanda, Daendels.

Jalan yang dibangun lewat membelah gunung, menghancurkan rawa dan hutan ini dipenuhi dengan pengorbanan nyawa pendahulu kita. Jika saja Indonesia tidak dijajah, mungkin hari ini pemerintah sedang sibuk membangun jalan Anyer-Panarukan.

Tikus Got

Percaya tidak percaya dahulu masyarakat Indoensia tidak mengenal Tikus got yang hari ini menjadi hama di kota-kota besar. Rasa-rasanya sekarang Tikus got hampir ada di setiap sudut kota maupun desa di Indonesia

Datangnya hewan pengerat ini berasal dari kapal-kapal Portugis yang berlayar mencari tanah jajahan, selain mengangkut bala tentara dan anak buah kapal, Portugis tanpa sadar membawa tikus dari negara asalnya. Saat portugis mendarat untuk pertama kalinya di Jawa, tepatnya di Tuban, Tikus ikut turun dan berkembang biak sampai hari ini.

Sifat Tidak Percaya Pada Diri Sendiri

Selain mengambil hasil kekayaan dari negeri jajahan, para penjajah ini membentuk sifat tidak percaya diri pada masyarakat yang dijajahnya. Dimana-mana para penjajah selalu menekankan bahwa orang-orang yang dijajahnya adalah manusia paling rendah dan bodoh yang harus patuh pada mereka.

Sifat yang dibentuk penjajah ini kemudian menadi berakar dan terus diwariskan secara turun temurun dari tingkatan keluarga. Hasilnya bisa kita lihat hari ini,  masyarakat Indonesia tidak berani berpendapat di muka umum, ragu-ragu untuk menunjukan kemampuannya dan selalu menganggap orang asing lebih hebat dari dirinya. Padahal kita sama-sama manusia.

Ospek alias Perpeloncoan

Ospek sebenarnya adalah budaya positif yang tujuannya mengenalkan dunia pendidikan pada pelajar-pelajarnya, namun kegiatan Ospek ini kemudian dikaburkan menjadi sebuah kegiatan perploncoan yang melanggar Hak Asasi. Perpeloncoan lewat Ospek pertama kali dimulai di era politik etis Belanda. Perpeloncoan ini bermula tepatnya di STOVIA, yang sekarang telah berubah jadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Budaya menghina dan merendahkan manusia yang dibalut dengan kata Ospek ini masih menjadi perdebatan sengit di kalangan masyarakat.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…