BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Jalan Sunyi Jamal Khashoggi, Diculik, Disiksa, Dibunuh.

Jurnalis adalah profesi yang selain menyenangkan dan mulia tentu saja berbahaya. Dibalik lensa kamera, alat rekam dan pena, Seorang Jurnalis ternyata memiliki jiwa yang berani untuk mengambil resiko.

Tak sedikit orang yang berprofesi sebagai Jurnalis harus mati menggenaskan karena bertugas. Jurnalis perang, Jurnalis investigasi bahkan Jurnalis gaya hidup juga memiliki resiko yang sama beratnya. Di Indonesia, sejarah Jurnalis sangatlah panjang dan berliku-liku, seperti Pramoedya Ananta Toer yang diasingkan oleh Orde Baru, Mochtar Lubis yang dipenjara bertahun-tahun.

Hari ini, penculikan yang berujung pembunuhan menimpa Jamal Khashoggi. Jamal adalah seorang Jurnalis untuk The Washington Post. Dia adalah orang keturunan Arab yang sangat kritis terhadap pemerintahan Saudi Arabia. Dia dinyatakan hilang saat betugas di Konsulat Saudi Arabia kota Istanbul, Turki dan diketahui bahwa Jamal disiksa dan dibunuh.

Jamal adalah Jurnalis yang dikenal karena sangat kritis. Dia mengkritisi reformasi yang diperkenalkan oleh penguasa de facto kerajaan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Kabar penculikan dan pembunuhan Jamal membuat geger seluruh dunia karena membuat iklim ekonomi Dunia juga semakin memanas.

Karena kasus pembunuhan ini, Chief Excecutive Officer Uber, Dara Khosrowshahi batal dan memutuskan mundur dari konfrensi bisnis yang akan digela di Riyadh akhir bulan ini. Keputusannya diambil atas respon pembunuhan Jamal.

Masyarakat dunia ikut mengecam penculikan, penyiksaan dan pembunuhan Jamal yang telah tersebar. Tak ketinggalan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan pidato dan mengecam tindakan pembunuhan tersebut. Dalam pidatonya, Trump menyinggung-nyinggung soal Sanksi yang akan diberikan pada Saudi Arabia.

Merespon Pidato yang menyinggung sanksi, Riyadh terang-terangan mengancam dunia dengan harga minyak mentah yang akan melambung jika negaranya disanksi karena diduga terlibat pembunuhan Jurnalis kawakan ini. Ancaman kenaikan harga minyak mentah ini kemudian membuat runyam iklim ekonomi global saat ini.

Jurnalis, manusia yang bersenjatakan pena, ternyata bisa membuat dunia gempar, hal ini membuktikan bagi kita semua bahwa Jamal adalah seorang manusia mulia yang bekerja atas nuraninya dan membuat kekuasaan dunia bergoyang-goyang bahkan setelah kematiannya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…