BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Selamat Datang Di Meikarta


Siapa yang tidak ingin tinggal di kota yang nyaman, ramah lingkungan dan banyak peluang kerjanya?

Kota-kota besar di Indonesia saat ini dianggap masyarakat tidak memenuhi ketiga aspek diatas. Banyak kota-kota besar, terutama Jakarta, yang memiliki peluang kerja dengan penghasilan yang besar tapi tidak nyaman untuk ruang hidup.

Lippo Grup melihat fenomena keresahan masyarakat dan mulai membangun megaproyek hunian masa depan yang diberi nama Meikarta, sebuah kota impian yang nyaman untuk dijadikan hunian, murah, ramah ilingungan dan memiliki peluang kerja baru. Masyarakat serasa dibuat terkagum-kagum oleh Meikarta yang dirasa akan menjadi solusi bagi permasalahan hunian di Indonesia.

Meikarta kemudian dengan gencar mempromosikan huniannya di berbagai media, dari mulai televise, Koran hingga media online sejak dari awal pembentukannya. Namun iklan-iklan tersebut bukan saja membuat kagum masyarakat namun membuat pertanyaan-pertanyaan baru muncul ke permukaan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian menjadi permasalahan. Contohnya seperti isu Kereta Cepat Bandung-Jakarta yang diisukan menjadi akses utama kota Meikarta sampai kasus yang baru saja terjadi, kasus Operasi Tangkap Tangan Bupati Bekasi yang dilakukan KPK dan nama Meikarta diseret dalam kasus OTT tersebut.

Masyarakat yang sudah melupakan atau sedang menunggu  kota Meikarta selesai, saat mendengar berita tersebut menjadi bingung sekaligus marah. Ternyata kota impian yang selama ini dijanjikan adalah kota yang dibangun diatas lahan korupsi pejabat dan pengusaha.

Impian-impian yang ditawarkan Meikarta tumbang oleh realitas sesungguhnya yang menyakitkan. Banyak yang bertanya-tanya akan dibawa kemana orang-orang yang telah membeli hunian seharga ratusan juta tersebut?

Kebobrokan dalam proyek Meikarta terbuka, dan masyarakat menjadi tahu bahwa mental aparatur Negara, bahkan Negara itu sendiri memang mental tempe. Bukannya mengawasi dengan baik proyek yang mungkin akan menjadi solusi tersebut tapi Negara malah ikut-ikutan terjerumus didalamnya. Meikarta membuktikan pada masyarakat bahwa ternyata Lippo Grup tidak berniat baik mengentaskan permasalahan sosial di kota-kota besar, justru sebaliknya.

Dari hal ini masyarakat bisa tahu bahwa permasalahan pemukiman bagaimanapun tidak bisa diserahkan pada pihak swasta yang berwatak cari untung. Negara sudah seharusnya terlibat langsung membuat hunian yang mewujudkan impian-impian seluruh masyarakat di seluruh Indonesia.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…