BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

PNS itu Pelayan, Bukan Elite Masyarakat

 

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi telah ditutup senin (15/10/2018) kemarin. Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar CPNS tahun 2018 merupakan yang paling banyak dalam sejarah.

Pusat data SSCN BKN mencatat bahwa akun pelamar CPNS 2018 ini mencpai 4,4 juta pelamar. Angka itu meningkat dari 3,7 juta di tahun 2017 yang lalu.

Meledaknya jumlah pendaftar CPNS menjadi problem sosial tersendiri. Jika dilihat dari kacamata yang lebih besar, membludaknya CPNS ini dikarenakan masyarakat Indonesia masih memiliki pemikiran kolot tentang pekerjaan dan ini terbukti terus diturunkan dari generasi ke generasi.

Di zaman yang terbuka dan modern ini, budaya dan pemikiran kolot yang mengutamakan gengsi sosial ternyata masih ada. Seharusnya, dengan perkembangan zaman ini, anak-anak muda Indonesia leih tertarik pada sistem gaji yang tinggi dan jam kerja fleksibel yang tidak terlalu banyak aturan hierarkis yang membosankan.

Gengsi sosial ini memang sudah dari dulu melekat pada masyarakat Indonesia. Penyebabnya masih berputar pada tatanan feodalisme yang melekat pada pikiran masyarakat. Masyarakat masih menganggap bahwa PNS adalah kelompok elite yang akan lebih dihargai orang lain. Tentu saja pemikiran dibentuk oleh lingkungan masyarakatnya.

Selain gengsi, masyarakat Indonesia juga cenderung lebih memilih pekerjaan yang bebannya rendah, mereka menganggap menjadi PNS lebih gampang dan tidak banyak beban; Datang setiap hari ke tempat kerja, dapat gaji dan tidak peduli dengan jiwa sosial atau jiwa wirausaha karena memang peraturan pemerintah melarang PNS untuk berinovasi.

Anak-anak muda seharusnya sadar oleh tingkah polah PNS di masa lalu yang terkenal dan distigma pemalas serta korup. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa orang yang berniat jadi PNS hanya untuk dianggap sebagai orang hebat dan terpandang. Padahal jika ditelisik lebih dalam menjadi PNS adalah menjadi pelayan masyarakat yang berarti pembantu masyarakat dan pembantu bukanlah orang yang terpandang.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…