BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Kematian Satu Keluarga Di Palembang adalah Bukti Ketidakmampuan Masyarakat Membaca Gejala

Tidaklah bijak jika kita  mengatakan hal yang dapat menyakiti orang lain, terutama orang tersebut sangat dekat dengan kita.  Kita sebagai manusia yang memiliki sifat dasar sebagai makhluk sosial, seharusnya bisa lebih bijak saat berkata-kata sesuatu pada orang lain, kita seharusnya mengetahui kondisi objektif lawan bicara kita.

Naas, mungkin kata itulah yang mewakili sebuah kasus kematian satu keluarga di Komplek Villa Kebun Sirih Blok A 18 Bukit Sangkal Palembang, Sumatera Selatan. Kasus kematian tersebut dilakukan oleh Fransiskus Xavier Ong yang membunuh istirnya Margareth Yentin Liana  dan kedua anaknya, Raffael Fransiskus dan Kathlyn Fransiskus.

FX Ong dikenal sebagai seorang pebisnis yang memiliki gerai alat elektronik yang cukup terkenal di Palembang. Namun ia harus gulung tikar karena  pasang surutnya bisnis elektronik yang membuat bisnisnya tidak kuat menahan arus. Sebagai gantinya, FX Ong memilih untuk menjadi distributor alat-alat perkantoran di sebelah rumahnya dengan nama CV.Franticom

Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian melalui supir dan asisten rumah tangganya, motif pembunuhan yang dilakukan FX Ong, diduga akibat dari depresi dan permasalahan internal keluarganya. Diduga FX Ong tidak terima dirinya dimintai cerai oleh istrinya.

Dugaan tersebut diperkuat oleh beberapa bukti foto yang ada di handphone FX Ong, ia memotret surat terakhirnya dan juga dari perbincangan terakhir dirinya dengan istrinya melalui Whatsapp.

Melihat kasus tersebut, kita kembali pada statement awal bahwa kita sebagai manusia harusnya bisa melihat gejala-gejala dan aware terhadap depresi dan keinginan bunuh diri. Mungkin FX Ong memiliki keinginan bunuh diri sejak awal, namun ia tidak tega meninggalkan anak dan istrinya dan mencoba meredam keinginan bunuh dirinya.

Ketika istrinya berkata dan mengeluarkan kata cerai,timbul lah keinginan tersebut, mungkin sambil menangis FX Ong menarik pelatuk kearah kepala masing-masing anggota keluarganya, sebelum ia mengakhiri hidupnya sendiri.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…