BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Pembakaran Bendera Tauhid, Benarkah Bendera HTI?

Kasus pembakaran bendera hitam betuliskan kalimat tauhid yang terjadi saat perayaan Hari Santri kemarin yang berlokasi di Garut akhir-akhir ini membuat gaduh seluruh masyarakat Indonesia. Pembakaran bendera itu tersebar secara masif lewat video di berbagai media sosial.

Pembakaran bendera ini dilakukan oleh beberapa anggota Banser NU cabang Garut. Akibat pembakaran ini, umat muslim Indonesia secara universal merasa kecewa dengan tindakan serampangan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Jika kasus ini ditilik lebih jauh, kasus pembakaran bendera ini sebenarnya bukanlah kasus yang besar. Kasus ini hanyalah kasus sederhana yang terus di goring dan terkesan dibesar-besarkan untuk kepentingan politik beberapa pihak

Seperti yang kita tahu membahas isu agama di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat rentan. Pihak yang merasa dirugikan atas kasus ini adalah mayoritas masyarakat di Indonesia. Kasus ini menjadi menarik karena persitiwa ini memicukonflik horizontal diantara umat islam. Dan jika ditarik lebih jauh kasus pembakaran ini adalah permainan politik devided at impera.

Kasus ini semakin besar juga disebabkan oleh eksistensi umat muslim sangatlah banyak di media social. Berita-berita yang memuat fakta terkadang menjadi tertutup karena banyaknya spekulasi-spekulasi yang muncul dari berbagai sudut pandang yang subjektif

Perbedaan persepsi dan pendapat di antara manusia sebenarnya biasa terjadi. Dalam kasus pembakaran bendera ini, Banser mengklaim bahwa yang mereka bakar adalah bendera milik salah satu organisasi islam yang sudah dilarang keberadaanya yakni Hizbut Tahrir Indoneisa alias HTI.

Namun umat muslim indonesia secara universal memiliki perspektif lain, menurut mereka bendera yang dibakar tersebut adalah bendera tauhid yang sangat sacral bagi umat islam seluruh dunia. Karena perbedaan pendapat itu polemik ini masih terus berlanjut hinggal kini.

Pemerintah langsung melakukan tindakan yang cepat dalam menangani kasus ini Menkopolhukam, Wiranto dalam konfrensi persnya menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing sebab masalah ini telah diproses dan diserahkan kepada pihak yang berwenang.

Perbedaan pendapat adalah warna penting dari demokrasi, dan kasus ini adalah bukti bahwa ternyata demokrasi di Indonesia perlahan telah berjalan. Perbedaan pendapat ini menjadi sesuatu yang positif dan harus terus dipertahankan dengan akal sehat dan kedewasaan.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…