BANG! Station

Stasiun Streaming Kamu

Kasus Coki dan Muslim Adalah Masalah Ruang Publik

Komika yang sempat membuat heboh masyarakat Indonesia akhir-akhir ini karena jokesnya, Tretan Muslim dan Coki Pardede memutuskan untuk pamit dari dunia hiburan Indonesia. Keputusan ini membuat para fans Majelis Lucu Indonesia merasa kecewa pasalnya, Tretan Muslim dan Coki Pardede sudah melekat dengan segmen Debat Kusir di Majelis Lucu Indonesia.

Candaan atau jokes yang dilontarkan Muslim dan Coki dikenal sebagai gaya candaan sarkastik dan gelap. Hal itulah yang kemudian membuat pembaharuan di dunia hiburan Indonesia yang membuat masyarakat tertarik ingin mendegar lebih.

Jokes atau candaan pada dasarnya adalah hal yang segmented. Maksudnya, ketika jokes dilemparkan, tidak semua orang bisa tertawa dan menikmati jokes tersebut. Karena segmentasi dari jokes tersebut mungkin bagi sebagian orang itu lucu namun bagi sebagian umat islam, Coki dan Muslim dirasa telah membuat jokes yang berlebihan menggunakan keyakinan agama. Hal ini semakin memanas  ketika Muslim mengunggah video yang berisi memasak daging babi yang dicampur air kurma bersama Coki di Channel Youtube pribadinya, Tretan Universe.

Video tersebut menyebar dan viral karena umat islam merasa agama mereka dilecehkan. Karena dirasa sudah terlalu gaduh, Muslim dan Coki membuat video klarifikasi yang diunggah di Channel Youtube Majelis Lucu Indonesia. Dalam video klarifikasinya, Tretan Muslim dan Coki Pardede mengaku meminta maaf pada masyarakat Indonesia karena telah membuat gaduh akibat perbuatan mereka.

Perbuatan Coki Pardede dan Tretan Muslim patut dijadikan contoh. Mereka telah berlaku layaknya laki-laki sejati yang bertanggung jawab, bukan hanya meminta maaf, mereka memutuskan untuk menarik diri dan pamit dari dunia hiburan tanah air. Mereka juga mengakui bahwa mereka mendapat tindakan persekusi dan ancaman pembunuhan.

Dari sini kita bisa belajar bahwa sesungguhnya ruang publik adalah ruang bersama. Tidak semua orang bisa menerima candaan ataupun perkataan kita. Seharusnya public figur bisa menahan diri dan berfikir jauh untuk menyentuh ranah agama yang sensitif, dan seharusnya public juga bisa dewasa dalam melihat perkataan.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close

Ad Blocker Detected!

Advertisements fund this website. Please disable your adblocking software or whitelist our website.
Thank You!

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…